Renungan : Bangkit dari perasaan ditinggalkan

King David

Bacaan Firman Tuhan : Mazmur 22:24-32
————————————————————
22:24 (22-25) Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.

22:25 (22-26) Karena Engkau aku memuji-muji dalam jemaah yang besar; nazarku akan kubayar di depan mereka yang takut akan Dia.

22:26 (22-27) Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang, orang yang mencari TUHAN akan memuji-muji Dia; biarlah hatimu hidup untuk selamanya!

22:27 (22-28) Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.

22:28 (22-29) Sebab Tuhanlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.

22:29 (22-30) Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang turun ke dalam debu, dan orang yang tidak dapat menyambung hidup.

22:30 (22-31) Anak-anak cucu akan beribadah kepada-Nya, dan akan menceritakan tentang TUHAN kepada angkatan yang akan datang.

22:31 (22-32) Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.
————————————————————

Pujian kepada Allah selalu mengangkat hati manusia ke tempat yang lebih tinggi. Pujian yang tulus memberikan ruang kepada si pemuji untuk melihat keperkasaan Allah di takhta-Nya yang maha tinggi. Pada saat yang sama, si pemuji pun akan melihat bahwa persoalan dirinya yang begitu membelenggu dan mengerdilkannya ternyata jauh lebih kecil daripada kebesaran dan kedahsyatan Allah.

Bagian kedua Mazmur 22 ini adalah pernyataan iman si pemazmur bahwa Allah yang ia sembah adalah Allah yang peduli kepada orang yang tertindas (25-27) dan yang akan menundukkan mereka yang sombong dan memberontak kepada-Nya (30). Oleh karena itu, pemazmur bangkit dari kegalauan perasaan diabaikan Tuhan dan mulai mengajak umat Tuhan untuk memuji Dia (24).

Perhatikan apa tekad pemazmur (26). Pertama, pemazmur hendak memuji-muji di tengah jemaat. Ia hendak menyaksikan kebesaran Tuhan dalam ibadah raya. Kedua, pemazmur hendak membayar nazar di hadapan orang yang takut akan Tuhan. Membayar nazar adalah menepati janji yang ia ucapkan di hadapan Tuhan. Entah apa nazar si pemazmur saat menghadapi situasi sulit ini. Ayat 24-32 ini tidak berarti diucapkan setelah masalah selesai. Sekali lagi pemazmur tidak mau tunduk pada perasaan galaunya, tetapi memercayakan diri pada keadilan dan kekuasaan Tuhan dan menganggap seolah-olah Tuhan sudah turun tangan.

Tindakan bersyukur, memuji Tuhan, dan mengajak umat menyembah Tuhan adalah sebuah tindakan iman. Iman berarti bukan mendapat jawaban baru percaya Tuhan, tetapi saat menanti pun sudah memercayakan diri pada Dia dan sudah melihat dengan kaca mata iman, penyelesaian yang akan Tuhan lakukan. Seperti yang diungkapkan pemazmur dalam penutup mazmurnya (32), “Mereka akan memberitakan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti, sebab Ia telah melakukannya.”

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanhar…?d=2011/07/10/

Sumber : www.sabda.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s