Renungan : Percaya dan Taat

Bacaan : Mazmur 31:10-25
————————————————–
31:10 (31-11) Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.

31:11 (31-12) Di hadapan semua lawanku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku di jalan lari dari padaku.

31:12 (31-13) Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah.

31:13 (31-14) Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, –ada kegentaran dari segala pihak! –mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.

31:14 (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”

31:15 (31-16) Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!

31:16 (31-17) Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!

31:17 (31-18) TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam.

31:18 (31-19) Biarlah bibir dusta menjadi kelu, yang mencaci maki orang benar dengan kecongkakan dan penghinaan!

31:19 (31-20) Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!

31:20 (31-21) Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah.

31:21 (31-22) Terpujilah TUHAN, sebab kasih setia-Nya ditunjukkan-Nya kepadaku dengan ajaib pada waktu kesesakan!

31:22 (31-23) Aku menyangka dalam kebingunganku: “Aku telah terbuang dari hadapan mata-Mu.” Tetapi sesungguhnya Engkau mendengarkan suara permohonanku, ketika aku berteriak kepada-Mu minta tolong.

31:23 (31-24) Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

31:24 (31-25) Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
————————————————–

Di sebuah film laga, adegannya terjadi di stadion olah raga. Seorang bapak menemani putranya menonton pertandingan hoki es. Bapak yang bekerja sebagai sekuriti gedung itu kemudian harus mengamankan stadion itu dari ancaman bom. Saat ia akan meninggalkan anaknya, ia berpesan agar si anak tidak meninggalkan tempat duduknya, sampai ia kembali menjemputnya. Anak itu benar-benar patuh kepada perintah ayahnya, walau sekeliling kemudian kacau balau karena kepanikan para penonton.

Seperti anak kecil ini, tidak mudah untuk hidup beriman, mengandalkan sepenuhnya Tuhan dan merasa aman saat realitas di luar hidup kita nyata-nyata penuh masalah, kekerasan dan kekejaman. Apalagi kalau hal-hal itu menyentuh hidup kita! Itulah yang dialami pemazmur. Sekali lagi imannya tetap bertahan memercayai Tuhan. Akan tetapi, pergumulannya nyata sekali. Pergumulan pemazmur bukan dalam waktu singkat, tetapi berkepanjangan dan melelahkan (11). Ia merasa diri terkepung oleh para musuh, dijauhi oleh orang mengenal dirinya. Kadang mungkin pemazmur ingin mengakhiri semuanya itu. Ia ingin menyerah, apalagi saat ia merasa sepertinya Tuhan juga “tidak peduli” (23).

Syukur, pemazmur tidak kehilangan imannya. Berulang kali ia mengungkapkan keyakinannya bahwa Tuhan akan menolong dirinya (15-18). Bahkan lebih daripada itu, ia juga percaya bahwa Tuhan setia kepada umat-Nya (20-22). Itu sebabnya pemazmur mengakhiri mazmurnya dengan ajakan kepada umat Tuhan untuk menyatakan kasih dan iman mereka kepada-Nya.

Jangan terkecoh dengan begitu kelam dan jahatnya dunia ini. Tuhan tetap berdaulat atasnya, dan kita tidak sendirian. Bersama sesama umat Tuhan lainnya kita bisa saling menguatkan iman kita kepada Dia yang berdaulat penuh atas hidup manusia. Percayalah dan taat pada Tuhan!

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/santapanhar…?d=2011/09/18/

Sumber : www.sabda.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s