Renungan : Kehebatan Ikan Laut

Bacaan : 2 Korintus 10:1-6
——————————————–
10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.

10:2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.

10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,

10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,

10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
——————————————–
Setahun : Amos 1-5
Nats : Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi. (2 Korintus 10:3)

Kehidupan ikan laut, menurut saya, amat menarik. Mereka menetas, bertumbuh besar, bermain, berenang-renang, dan berkembang biak di dalam air laut yang asin. Hebatnya, daging mereka tidak menjadi asin. Kita dapat menikmatinya sebagai hidangan yang sehat dan lezat. Begitulah. Lingkungan tidak mampu memengaruhi mereka. Lingkungan yang asin tidak serta-merta menjadikan tubuh mereka asin.

Sebuah gambaran yang jitu bagi orang percaya, bukan? Orang percaya seharusnya tidak ikut-ikutan dengan arus kehidupan dunia ini. Kita memang masih hidup di dunia, tetapi kita memiliki hidup baru yang bukan berasal dari dunia ini. Kewarganegaraan kita ada di dalam surga. Saat ini kita sedang menjalankan tugas sebagai duta Kerajaan Allah untuk bersaksi tentang Tuhan kepada dunia dan membawa dunia ini kepada Tuhan. Sepatutnya kita hidup menurut tata cara Kerajaan-Nya, bukan menurut tata cara dunia ini. Kita hidup untuk menyebarluaskan nilai-nilai Kerajaan Allah—kasih, kebenaran, sukacita, pengharapan, dan sebagainya—di lingkungan tempat kita berada.

Dengan kesadaran tersebut, kita dapat menghindari sikap berkompromi, seperti “Wah, itu memang sudah tradisi, sudah dari dulu, ” atau “Semua orang juga melakukannya kok.” Kita adalah pembawa kabar baik pendamaian Allah bagi dunia ini. Kita tidak boleh membiarkan orang lain dan lingkungan mendikte hidup kita. Sebaliknya, kita harus berani bergerak melawan arus demi kebenaran. Apa yang benar itulah yang harus kita pertahankan apa pun risikonya. –Togar Sianturi
KITA DITETAPKAN UNTUK BERDAMPAK BAGI DUNIA,
BUKAN DIDIKTE OLEH ARUS DUNIA.

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganhar…?d=2013/09/22/

Sumber : www.sabda.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s