Renungan : Tak Lebih Berdosa

Bacaan   : Lukas 13:1-5
——————————————————
3:1      Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.

13:2      Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?

13:3      Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.

13:4      Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?

13:5      Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”
——————————————————
Setahun : Keluaran 1-4
Nats       : Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya daripada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? ‘Tidak!’ kata-Ku kepadamu. (Lukas 13:2-3)

Ketika suatu peristiwa buruk –misalnya tsunami, gempa bumi, banjir, kebakaran, kecelakaan, tindakan kriminal atau kesialan tertentu– menimpa seseorang atau suatu daerah, sebagian orang memandangnya sebagai hukuman Allah. Mereka beranggapan bahwa orang-orang tersebut memang pantas mendapatkannya.

Sebagian orang Israel juga memiliki anggapan demikian. Mereka mengira orang Galilea yang dibunuh dan darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah kurban persembahannya lebih berdosa daripada orang Galilea lainnya. Mereka juga mengira orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam lebih besar dosanya dari orang Yerusalem lainnya. Dosa merekalah yang mengakibatkan mereka mengalami nasib buruk itu, simpul mereka.

Namun Yesus meluruskan pemahaman mereka. Cara hidup seseorang tidak menentukan cara matinya. Banyak orang benar yang mengalami kematian mengenaskan. Yesus sendiri bahkan menjalani kematian yang mengerikan dan hina. Sebaliknya, banyak orang jahat yang mati dengan cara yang dinilai terhormat oleh manusia. Karena itulah, Yesus mengajak pendengar-Nya untuk tidak berfokus pada apa yang dialami oleh seseorang di dunia ini, termasuk cara kematian mereka, melainkan pada sesuatu yang lebih penting. Dia menekankan pertobatan, menyambut anugerah Allah yang menyelamatkan, sehingga tidak mengalami kebinasaan kekal. Karena itu, janganlah kita tergoda untuk menghakimi orang lain dan membenarkan diri sendiri. Sebaiknya, pastikanlah pertobatan kita dengan menerima pengurbanan Kristus. –Hembang Tambun /Renungan Harian
MENYAMBUT ANUGERAH ALLAH DALAM KRISTUS
MENJADI JAMINAN KESELAMATAN KITA YANG PASTI.

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Sumber : renunganharian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s