Renungan : Jangan Sakiti Aku

Bacaan   : Kolose 3:18-25
——————————————————————————-
3:18  Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.

3:19  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

3:20  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.

3:21  Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

3:22  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.

3:23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

3:24  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

3:25  Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.
——————————————————————————-
Setahun : 1 Samuel 19-21
Nats       : Hai bapak-bapak, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. (Kolose3:21)

Memarahi anak yang nakal dengan maksud mengoreksinya memang tidak ada salahnya. Sayangnya, banyak orangtua hanya memarahi anak tanpa menjelaskan alasan kemarahan itu. Parahnya, ada pula orangtua yang sering marah-marah tanpa alasan kepada anak sehingga si anak menjadi bingung dan sakit hati.

Rasul Paulus menyampaikan sejumlah nasihat tentang kehidupan sebagai manusia baru di dalam Kristus (2:6-4:6). Salah satu nasihatnya berbicara tentang cara membangun hubungan yang baik di antara anggota keluarga. Ia mengingatkan agar bapak-bapak (juga ibu-ibu)–atau, dengan kata lain, orangtua–jangan membuat anak merasa sakit hati, yang dapat berujung pada rasa tawar hati. Tawar hati adalah sikap dingin tanpa sukacita dan tanpa damai sejahtera serta tidak lagi peduli akan orangtua. Sikap orangtua yang tidak bijaksana dapat membangkitkan reaksi tak terduga pada anak, yang bila tidak diselesaikan dapat meninggalkan luka berkepanjangan.

Cinta kasih orangtua kepada anak memang bisa saja diwujudkan dengan mengoreksi kesalahan si anak dan memperbaiki kelakukannya. Hanya masalahnya, jangan sampai kita melakukannya dengan cara yang kasar atau dapat menimbulkan sakit hati pada anak. Kalaupun harus marah, orangtua perlu menjelaskan dengan bijaksana alasannya dan, dengan penjelasan itu, orangtua dapat sekaligus mengoreksi kesalahan si anak. Jangan gengsi pula untuk meminta maaf karena telah marah kepada mereka. Permintaan maaf yang tulus dapat menghapus kemungkinan sakit hati yang nantinya berujung pada tawar hati itu. –Adama Sihite /Renungan Harian
JANGAN SAKITI HATI ANAKMU,
SUPAYA MEREKA TIDAK TAWAR HATI KEPADAMU.

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
Sumber : renunganharian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s